Tangga-tangga kehidupan

24 12 2008

Keputusan untuk tinggal di Jepun mungkin nampak remeh dan mudah. Apa yang susahnya, dari Msia datangla ke Jepun. Kan mudah? Hmm,, namun sesungguhnya pelbagai halangan yang datang especially soal kerja dan keluarga. Memang ternyata kehidupan di zaman ini sungguh bersifat kebendaan ..penuh dengan soal dunia. pangkat dan harta.. still terngiang-ngiang kata-kata rakan sepejabat `hish, tak rasa rugi ke hilang seniority kalau ambil cuti tanpa gaji?` `nanti balik msia semula, level you sama dengan level intake yang junior dari you.. betul ke you nak apply unpaid leave ni?`

Teringat time menunggu keputusan untuk tinggal di Jepun atau di Msia suatu ketika dulu.. Mana yang lebih baik ye? Bermacam-macamlah konsekuensi dan akibat yang timbul dalam fikiran ni. Bila difikirkan semula, sesungguhnya kehidupan ini sememangnya perlukan pengorbanan dan perubahan. Kehidupan yang singkat ni pasti akan melalui pelbagai fasa yang terkadang putih terkadang hitammacam konsep ying dan yang. Hidup ini tak bersifat statik. Banyak ujian dan dugaan yang menanti untuk menguji siapa dikalangan hambaNya yang terbaik amalanNya.

Banyak pula persimpangan yang memerlukan keputusan memilih antara dua. Ya! perlu memilih antara dua. Namun, keputusan yang difikirkan baik berdasarkan akal semata-mata belum tentu menjamin kebahagiaan dalam hidup kerana pandangan dan pemahaman manusia bersifat terhad dan cetek. Manusia perlu kembali pada penciptaNya utk mengetahui jalan-jalan terbaik yang harus ditempuhnya di sepanjang tangga kehidupannya.

“Dia (Allah) mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan.” (22:76)

Hanya satu yang dipanjatkan kepadaNya ; andai nya kedatanganku ke bumi Jepun adalah lebih baik utk agama dan kehidupanku, tetapkanlah hambaMu ini disana. Namun andai sebaliknya, tetapkanlah aku di sini..

Bukankan Allah sangat mengetahui baik dan buruknya sesuatu perkara bagi setiap hambanya?

Hait..bumi Allah inikan luas?. Walau di mana kita berada, masih lagi kita bergelar hambanya. Masih juga menghirup udara kurniannya. Menjamah rezeki pemberiannya, berjalan atas muka buminya, hidup dengan segala macam nikmat darinya.. cukuplah dengan melihat apa yang ada pada diri kita untuk menimbulkan rasa syukur padaNya..

“Jika kamu menghitung nikmat Allah NESCAYA kamu tidak akan dapat menghitungnya”

Perhitungan amalan baik dan buruk tetap terus berjalan kerana Allah sentiasa melihat usaha yang dilakukan hamba-hambaNya. Dan yang pastinya walau di mana berada peranan sbgai khalifahNya harus tetap dilaksanakan. Hanya situasi dan keadaan persekitarannya yang berubah. Soalnya bukan di mana kita berada namun sejauh mana suruhan dan laranganNya sedaya upaya dilaksanakan. sejauh mana semua yang dilakukan hanyalah untuk memenuhi makna dan erti mengabdikan diri padaNya.

`Ya Allah, golongkan kami dalam golongan orang2 muttaqin yang Engkau berkati lagi redhai Ya Allah` jauhkanlah kami dari hati yang tidak khusyuk, ilmu yang tidak berguna dan dari masa yang terbuang sia-sia.` amen ya rabbal alamin..

Advertisements

Actions

Information

One response

4 05 2010
trendymuslimah

salam ziarah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: